Beberapa peribahasa/ungkapan Indonesia yang tepat untuk menggambarkan suka melihat atau mengkritik kekurangan orang lain tetapi tidak mengintrospeksi kekurangan diri sendiri:
-
“Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak.”
→ Melihat kesalahan kecil orang lain dengan jelas, tetapi tidak menyadari kesalahan sendiri yang jauh lebih besar. -
“Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.”
→ Mencela atau membuka keburukan orang lain, padahal perbuatan itu dapat berbalik mempermalukan diri sendiri. -
“Buruk muka cermin dibelah.”
→ Menyalahkan pihak atau keadaan lain atas kekurangan diri sendiri, bukannya melakukan introspeksi. -
“Gajah di pelupuk mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak.”
→ Versi susunan terbalik dari yang pertama; maknanya sama dan sangat langsung untuk konteks ini. -
“Air beriak tanda tak dalam.”
→ Tidak persis sama, tetapi dapat digunakan untuk menggambarkan orang yang banyak berbicara/menilai tanpa kedalaman pemahaman atau refleksi diri.
Yang paling tepat untuk maksud Anda adalah nomor 1:
“Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak.”
Makna konseptualnya: fokus eksternal terhadap kesalahan orang lain, tetapi mengabaikan kesalahan yang ada pada diri sendiri.
Comments
Post a Comment