- Get link
- X
- Other Apps
Alfabet Ibrani modern (sering disebut aksara Ktab Ashuri atau aksara kotak) berkembang dari alfabet Aram (Aramaic) sekitar abad ke-5 SM, yang akar terdalamnya berasal dari aksara Proto-Sinait / Proto-Kanaan dan alfabet Fenisia.
| Tahapan Perkembangan | Periode Est. | Ciri Utama & Peranan |
|---|---|---|
| 1. Proto-Sinait / Proto-Kanaan | ± 1800–1500 SM | Aksara bertipe akrofoni (simbol berupa gambar benda/hewan yang mewakili bunyi awal kata tersebut, terinspirasi oleh hieroglif Mesir). |
| 2. Alfabet Fenisia | ± 1200–1000 SM | Penyederhanaan piktogram menjadi 22 abjad konsonan (abjad). Menjadi induk utama berbagai sistem tulisan dunia. |
| 3. Paleo-Ibrani (Ktab Ivri) | ± 1000–500 SM | Turunan langsung dari Fenisia yang digunakan masyarakat Kerajaan Israel dan Yehuda pada era Bait Allah Pertama. |
| 4. Aksara Aram (Aramaic) | ± 800–500 SM | Aksara Aram menjadi lingua franca administrasi Kekaisaran Asyur dan Persia. Turunan Fenisia ini mulai membentuk sudut tajam/kotak. |
| 5. Ibrani Modern (Ktab Ashuri) | ± 500 SM–Sekarang | Diadopsi oleh bangsa Yahudi pasca-Pengasingan Babel menggantikan Paleo-Ibrani. Aksara persegi inilah yang bertahan hingga era Ibrani Modern saat ini. |
Mekanisme Perubahan Bentuk (Akrofoni)
Aksara Ibrani awalnya berbentuk gambar konkret sebelum disederhanakan menjadi karakter geometris:
* Alef (\aleph): Berasal dari piktogram kepala sapi jantan ('alp).
* Bet (\beth): Berasal dari piktogram denah rumah (bayt).
* Gimel (\gamma): Berasal dari piktogram unta (gamal).
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment